This site uses cookies from Google to deliver its services, to personalize ads and to analyze traffic. Information about your use of this site is shared with Google. By using this site, you agree to its use of cookies. Learn More

Adab Bertanya - Konsultasi

tiagedhut.blogspot.com - Pertanyaan :

Assalamu'alaikum. Ustadz, saya kadang miris lihat adab dan tatacara orang bertanya kepada ulama. Dari bahasanya sudah mencerminkan "memperbudak" orang alim. Terkadang saya jg khawatir termasuk orang yg suul adab kepada ustadz. Mohon berikan kepada kami saran adab2 dlm bertanya kepada ustadz dan orang alim.

Jawaban :
Wa'alaikumussalam warahmatullah.
Semoga Allah anugrahkan kepada antum kelembutan dgn keutamaan budi pekerti.

Berikut diantara adab bertanya kepada ahli ilmu yg kami sarikan dari kitab Ihya dan Al Washaya.
Siapkan pertanyaan dgn baik.
Bertanyalah Kepada ulama dgn bahasa yg santun dan jelas. Gunakanlah pilihan bahasa yg mudah dipahami olehnya dan gambaran permasalahan yg utuh.

Jika dlm bahasa tulisan, gunakanlah kaidah penulisan yg baik. Minimal jangan disingkat -singkat. Sungguh sebuah prilaku yg tak terpuji meminta fatwa kepada ulama dgn gaya bahasa 'alay' / sms.

Jangan nampakkan kepada ulama lewat tulisan anda, seakan -akan kita terlalu pelit menghargai orang meskipun hanya tulisan.

Beban seorang mufti terkadang sudah cukup berat untk mencerna sebuah kasus yg ditanyakan. Jangan kita tambah dgn beban ia harus membuka kamus / mengernyitkan dahi untk tulisan kita.

Memperhatikan waktu ahli ilmu.
Bila dahulu seseorang hendak meminta fatwa ia harus datang kepada ulama karena itu dituntunkan agar dlm meminta fatwa ia memperhatikan waktu sang ulama agar tak mengganggunya.

Jika di zaman sekarang lebih kepada kesabaran dlm menanti jawaban dan memaklumi kealpaan. Karena dimasa kini, biasanya seseorang bertanya kepada ulama lewat media sosial.

Meski jg harus tetap diperhatikan agar telepon / pesan pertanyaan dari kita tak merepotkan sang ulama.

Kita harus menyadari bahwa seorang ulama yg berfatwa bukan hanya menjawab 1 / 2 pertanyaan. Puluhan pertanyaan perhari, ribuan pertanyaan perbulan harus dia selesaikan.

Dan karena sebuah pertanyaan sang ulama terkadang harus menyisihkan waktu cukup lama untk membolak -balik kitab dan menulis jawaban.

Berikan apresiasi atas jawaban pertanyaan.
Memberi hadiah dan oleh-oleh kepada ulama atas fatwa yg diberikan adlh prilaku utama dan amalan orang -orang terdahulu.

Jika kita tak mampu untk itu, ucapkanlah minimal doa / ungkapan terimakasih kepada sang ulama. Meski mereka yg sudah mewaqafkan ilmu dan dirinya untk agama Allah tak mengharap itu semua. Agar pahala yg ia terima semakin melimpah disisi Allah.

Jangan bertanya kecuali sesuatu yg bermanfaat.
Termasuk adab yg harus kita perhatikan dlm menyampaikan pertanyaan kepada ulama adalah, bertanya yg memang benar -benar membawa manfaat. Jangan bertanya sesuatu yg sia-sia. Apalagi bertanya untk sekedar mengetes kemampuannya / menjatuhkan kehormatannya. Sungguh ni adlh prilaku tercela.

Mungkin ni sudah mencukupi. Wallahu a'lam. ©AST

other source : http://news.detik.com, http://konsultasislam.com, http://twitter.com

0 Response to "Adab Bertanya - Konsultasi"

Posting Komentar

Contact

Nama

Email *

Pesan *